Rabu, 04 Mei 2011

SERTIFIKASI GURU


Pelaksanaan Sertifikasi Guru merupakan salah satu implementasi dari
Undang‐Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. Agar
sertifikasi guru dapat direalisasikan dengan baik perlu pemahaman
bersama antara berbagai unsur yang terlibat, baik di pusat maupun di
daerah. Salah satu bagian penting dalam sertifikasi guru adalah proses
rekrutmen dan penetapan calon pesertanya. Untuk itu diperlukan sebuah
pedoman yang dapat menjadi acuan bagi dinas pendidikan provinsi, dinas
pendidikan kabupaten/kota, Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan
(LPMP), kepala sekolah, guru, guru yang diangkat dalam jabatan
pengawas, dan unsur lain yang terkait dalam sertifikasi guru dalam jabatan
tahun 2010.
Buku ini merupakan edisi revisi dari buku 1 Pedoman Penetapan Peserta
yang pernah terbit pada bulan November 2009 yang lalu.
Terimakasih kepada Tim Sertifikasi Guru Direktorat Jenderal Peningkatan
Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan (Ditjen PMPTK) dan Direktorat
Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) serta pihak lain yang telah
berpartisipasi dalam penyusunan pedoman penetapan peserta dan
pelaksanaan sertifikasi guru ini.

Note :
Saya menjalankan e-bisnis sendiri, dan sudah dapat jutaan rupiah... penasaran ?



Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Undang-undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, dan Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan mengamanatkan bahwa guru wajib memiliki kualifikasi akademik, kompetensi, sertifikat pendidik, sehat jasmani dan rohani, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional. Kualifikasi akademik guru adalah S-1/D-IV yang dibuktikan dengan ijazah sesuai dengan jenis, jenjang, dan satuan pendidikan formal di tempat penugasan. Kompetensi guru mencakup penguasaan kompetensi pedagogik, profesional, kepribadian, dan sosial yang dibuktikan dengan sertifikat pendidik yang diperoleh melalui sertifikasi. Dengan mempertimbangkan pengalaman dalam penyelenggaraan sertifikasi guru tahun 2009, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi melakukan revisi pedoman sertifikasi guru dalam jabatan. Pedoman ini berisi rasional dan dasar hukum, prosedur pelaksanaan sertifikasi guru, mekanisme penilaian portofolio/verifikasi dokumen, prosedur penyelenggaraan pendidikan dan latihan profesi guru, dan deskripsi tugas konsorsium sertifikasi guru. Diharapkan pedoman ini dapat digunakan sebagai acuan oleh berbagai instansi yang terkait dengan penyelenggaraan sertifikasi bagi guru dalam jabatan tahun 2010. Kami mengucapkan terima kasih kepada Tim Sertifikasi Guru yang tergabung dalam Pelaksana Harian Konsorsium Sertifikasi Guru dan pihak lain yang telah berpartisipasi dalam penyempurnaan Petunjuk Teknis Pelaksanaan Sertifikasi.
 Note :
Kesempatan dapat uang terbaik yang ada di seluruh internet saat ini. penasaran ?  



Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Undang-undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, dan Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru mengamanatkan bahwa guru wajib memiliki kualifikasi akademik, kompetensi, dan sertifikat pendidik. Sehubungan dengan hal tersebut diterbitkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas) Nomor 10 Tahun 2009 tentang Sertifikasi bagi Guru Dalam Jabatan. Sertifikasi bagi guru dalam jabatan dilakukan melalui dua cara, yaitu uji kompetenasi dalam bentuk penilaian portofolio dan pemberian sertifikat pendidik secara langsung bagi guru yang memenuhi syarat. Untuk melaksanakan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional tersebut, disusunlah pedoman penyusunan portofolio. Pedoman ini memuat pengertian portofolio, komponen portofolio, instrumen portofolio, cara penyusunan dokumen portofolio, rubrik penilaian (pedoman penskoran) portofolio, dan prosedur pemberian sertifikat pendidik secara langsung bagi guru dalam jabatan. Pedoman ini diharapkan dapat memperlancar pelaksanaan sertifikasi guru dalam jabatan. Terima kasih kepada Tim Sertifikasi Guru yang tergabung dalam Konsorsium Sertifikasi Guru dan pihak lain yang telah berpartisipasi dalam pengembangan Pedoman Sertifikasi bagi Guru dalam Jabatan dan Instrumen Portofolio beserta perangkatnya.

Note :
Mulailah bisnis internet Anda sendiri. Tersedia paket software yang boleh Anda jual kembali.......... 



Undang-undang RI Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Undang-undang RI Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen dan Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan mengamanatkan bahwa guru wajib memiliki kualifikasi akademik, kompetensi, sertifikat pendidik, sehat jasmani dan rohani, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional. Kualifikasi akademik minimum guru adalah S1/D-IV yang dibuktikan dengan ijazah sesuai dengan jenis, jenjang, dan satuan pendidikan formal di tempat penugasan. Dalam ketentuan peralihan Pasal 66 Peraturan Pemerintah No. 74 Tahun 2008, guru dalam jabatan yang belum memenuhi kualifikasi akademik S-1 atau D-IV dapat mengikuti uji kompetensi untuk memperoleh sertifikat pendidik apabila sudah mencapai usia 50 tahun dan mempunyai pengalaman kerja 20 tahun sebagai guru atau mempunyai golongan IV/a, atau yang memenuhi angka kredit kumulatif setara dengan golongan IV/a. Kompetensi guru mencakup penguasaan kompetensi pedagogik, profesional, kepribadian, dan sosial yang dibuktikan dengan sertifikat pendidik yang diperoleh melalui sertifikasi. Sertifikasi adalah proses pemberian sertifikat pendidik untuk guru yang telah memenuhi persyaratan. Sertifikasi bagi guru dalam jabatan dilakukan oleh LPTK yang terakreditasi dan ditetapkan pemerintah. Berdasarkan Peraturan Pemerintah RI nomor 74 Tahun 2009 tentang Guru, pelaksanaan sertifikasi bagi guru dalam jabatan dilakukan dengan dua cara yaitu uji kompetensi melalui penilaian portofolio dan pemberian sertifikat pendidik secara langsung bagi guru yang memenuhi persyaratan.
Peserta sertifikasi melalui penilaian portofolio yang belum mencapai skor minimal kelulusan, diharuskan (a) untuk melengkapi portofolio, atau (b) mengikuti Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) yang diakhiri dengan ujian. Untuk menjamin standardisasi mutu proses dan hasil PLPG, perlu disusun rambu-rambu penyelenggaraan PLPG. Rambu-rambu PLPG ini digunakan sebagai pedoman dalam penyelenggaraan PLPG oleh rayon LPTK penyelenggara sertifikasi bagi guru dalam jabatan tahun 2010. Kami mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang tinggi kepada Tim Sertifikasi Guru yang tergabung dalam Pelaksana Harian Konsorsium Sertifikasi Guru yang telah bekerja keras dengan penuh dedikasi dalam menyempurnakan rambu-rambu ini. Mudah-mudahan melalui rambu-rambu ini penyelenggaraan PLPG dapat dilaksanakan secara efektif dan efisien.

Note :
Jutaan rupiah setiap minggu dari menjadi reseller produk software unggulan� boleh di copy lagi ! 
Pasti penasaran ??

Selasa, 03 Mei 2011

PENELITIAN TINDAKAN KELAS (PTK)

(Classroom Action Research)


A. PENGERTIAN

Belakangan ini Penelitian Tindakan Kelas (PTK) semakin menjadi trend untuk dilakukan oleh para profesional sebagai upaya pemecahan masalah dan peningkatan mutu di berbagai bidang. Awal mulanya, PTK, ditujukan untuk mencari solusi terhadap masalah sosial (pengangguran, kenakalan remaja, dan lain-lain) yang berkembang di masyarakat pada saat itu. PTK dilakukan dengan diawali oleh suatu kajian terhadap masalah tersebut secara sistematis. Hal kajian ini kemudian dijadikan dasar untuk mengatasi masalah tersebut. Dalam proses pelaksanaan rencana yang telah disusun, kemudian dilakukan suatu observasi dan evaluasi yang dipakai sebagai masukan untuk melakukan refleksi atas apa yang terjadi pada tahap pelaksanaan. Hasil dari proses refeksi ini kemudian melandasi upaya perbaikan dan peryempurnaan rencana tindakan berikutnya. Tahapan-tahapan di atas dilakukan berulang-ulang dan berkesinambungan sampai suatu kualitas keberhasilan tertentu dapat tercapai.

Dalam bidang pendidikan, khususnya kegiatan pembelajaran, PTK berkembang sebagai suatu penelitian terapan. PTK sangat bermanfaat bagi guru untuk meningkatkan mutu proses dan hasil pembelajaran di kelas. Dengan melaksanakan tahap-tahap PTK, guru dapat menemukan solusi dari masalah yang timbul di kelasnya sendiri, bukan kelas orang lain, dengan menerapkan berbagai ragam teori dan teknik pembelajaran yang relevan secara kreatif. Selain itu sebagai penelitian terapan, disamping guru melaksanakan tugas utamanya mengajar di kelas, tidak perlu harus meninggalkan siswanya. Jadi PTK merupakan suatu penelitian yang mengangkat masalah-masalah aktual yang dihadapi oleh guru di lapangan. Dengan melaksanakan PTK, guru mempunyai peran ganda : praktisi dan peneliti.

Classroom action research (CAR) adalah action research yang dilaksanakan oleh guru di dalam kelas. Action research pada hakikatnya merupakan rangkaian “riset-tindakan-riset-tindakan- …”, yang dilakukan secara siklik, dalam rangka memecahkan masalah, sampai masalah itu terpecahkan. Ada beberapa jenis action research, dua di antaranya adalah individual action research dan collaborative action research (CAR). Jadi CAR bisa berarti dua hal, yaitu classroom action research dan collaborative action research; dua-duanya merujuk pada hal yang sama.

Action research termasuk penelitian kualitatif walaupun data yang dikumpulkan bisa saja bersifat kuantitatif. Action research berbeda dengan penelitian formal, yang bertujuan untuk menguji hipotesis dan membangun teori yang bersifat umum (general). Action research lebih bertujuan untuk memperbaiki kinerja, sifatnya kontekstual dan hasilnya tidak untuk digeneralisasi. Namun demikian hasil action research dapat saja diterapkan oleh orang lain yang mempunyai latar yang mirip dengan yang dimliki peneliti.



Minggu, 01 Mei 2011

FREE DOWNLOAD CONTOH PROPOSAL BANTUAN APBN

BERIKUT ADALAH BEBERAPA CONTOH PROPOSAL BANTUAN SOSIAL (BLOCK GRANT) SUMBER DANA APBN, 
FREE DOWNLOAD



PERMOHONAN BANTUAN
REHABILITASI ruang kelas UNTUK SD/MI NEGERI DAN SWASTA MELALUI DIREKTORAT PEMBINAAN TK DAN SD
TAHUN 2010


p r o p o s a l


PERMOHONAN BANTUAN
PENYELENGGARAAN TK – SD SATU ATAP
MELALUI DANA APBN TAHUN 2010


p r o p o s a l

PERMOHONAN BANTUAN PEMBANGUNAN
UNIT GEDUNG BARU (UGB) TK PEMBINA KECAMATAN
MELALUI DIREKTORAT PEMBINAAN TK DAN SD
TAHUN 2010




YAKIN GAK PENASARAN... ??


p r o p o s a l

PERMOHONAN BANTUAN SOSIAL
ruang PERPUSTAKAAN UNTUK SD/MI MELALUI
DIREKTORAT PEMBINAAN TK DAN SD
TAHUN 2010


KESEMPATAN EMAS UNTUK BISNIS ONLINE ..... PENASARAN ?

Jumat, 29 April 2011

FREE DOWN LOAD PERMENDIKNAS 2010

PERATURAN PEMERINTAH

PANDUAN PENYUSUNAN
KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN
JENJANG PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH


DAFTAR ISI



Hal.

KATA PENGANTAR ....................................................................

i
DAFTAR ISI .............................................................................

ii
I.   PENDAHULUAN ....................................................................
1
A.  Landasan ......................................................................
2
B.  Tujuan Panduan Penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan ................................................................

2
C.  Pengertian ....................................................................
2
D.  Prinsip-Prinsip Pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan ....................................................................

3
E.  Acuan Operasional Penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan ....................................................................


4
II.  KOMPONEN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN ....................
7
A.  Tujuan Pendidikan Tingkat Satuan Pendidikan .........................
7
B.  Struktur dan Muatan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan ..........
7
C.  Kalender Pendidikan ........................................................

11
III.  PENGEMBANGAN SILABUS .......................................................
12
A.  Pengertian Silabus ...........................................................
12
B.  Prinsip Pengembangan Silabus .............................................
12
C.           Unit Waktu Silabus ..........................................................
13
D.           Pengembang Silabus .........................................................
13
E.  Langkah-Langkah Pengembangan Silabus ................................
13
F.  Contoh Model Silabus .......................................................
16
G.           Pengembangan Silabus Berkelanjutan ....................................

20
IV. PELAKSANAAN PENYUSUNAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN ...
21
A.  Analisis Konteks ..............................................................
21
B.  Mekanisme Penyusunan .....................................................
21
 unduh selengkapnya disini gratis

landasan

Software - New